Wahhh....!!!! Ternyata AM Bukan Pengedar Profesional Melainkan Cewek Bookingan

Monday, March 19, 2018 | 19:25

Bagikan:
DOK. Saat tersangka AM diamankan oleh pihak keamanan Bandara Juwata Tarakan beberapa waktu lalu.


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN – Kasus penangkapan terhadap wanita berparas cantik yang berinisialkan AM (27) yang membawa Narkotika jenis sabu sebanyak 1,08 Kg di Bandara Juwata beberapa waktu lalu (13/3). Ternyata wanita tersebut merupakan wanita Panggilan.

Terkait hal itu, Penasehat Hukum (PH) AM, Thamrin Palondong mengatakan, dirinya mengatakan, tersangka yang berinisialkan AM tersebut bukan pengedar Narkoba yang profesional. “Jadi dia (AM) itu bukan penggedar profesional, dia hanya cewek panggilan yang rencananya dibooking oleh seseorang di Tarakan,” jelasnya, senin (19/3).

Lanjutnya, AM tersebut mengaku bahwa dirinya wanita Bookingan yang biasa dipakai dengan tarif tertentu. “Sering sudah dia menerima jasa bookingan itu, mulai dari jakarta hingga Surabaya,” terangnya.

Salain itu, AM juga menerima pesanan tersebut melalui telpon Seluler. “Jadi memang ada orang yang sering mencarikan dia pelanggan pria hidung belang dan kemarin dia diminta sama seseorang untuk ke Tarakan untuk di Booking,” tuturnya.

Diketahui, AM tersebut merupakan seorang janda yang punya anak 1. Ternyata pria yang menghubung AM untuk terbang ke Tarakan adalah suami TT, napi kasus narkotika yang saat ini masih menjalani masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Makassar.

Sampai di Tarakan, kata Thamrin, AM dijemput TT di Bandara Juwata dan selanjutnya dibawa kerumah TT. Kemudian bookingan tersebut batal, sehingga AM tersebut marah. 

“Jadi dia itu kecewa sudah jauh-jauh ke Tarakan ternyata Batal. Nah disitu suami TT bicara dengan AM melalui Telpon Seluler, daripada pulang tangan kosong, bawalah barang titipan dari Tarakan, ya bayarannya cuma tiket pulang ke Makassar aja, tidak ada yang lain," ungkapnya.

Setelah AM sepakat dengan tawaran tersebut, AM melihat seseorang yang datang kerumah TT dengan membawa bungkusan yang berisikan sabu. Namun, sebelumnya AM tidak mengetahui barng tersebut sabu. “Setelah TT berbicara dengan Ibunya, disitu AM mendengar barang itu Sabu,” ujarnya.

AM akhirnya tahu bahwa yang akan dibawa ini barang larangan, namun tetap kesal karena disuruh naik kapal, tetap minta menggunakan pesawat meski yang dibawa sabu. Akhirnya TT dan ibunya mengemas kembali 1 kg sabu dan disimpan didalam plastik bekas tisu basah dan bedak. 

Sehingga AM membantah dengan adanya temuan Narkoba jenis Sabu tersebut yang diapat oleh mesin X-Ray saat dilakukannya pemeriksaan oleh petugas Avsec.

"Jadi seperti terjebak aja AM ini, mau tidak mau iya dia harus pulang karena sudah ada anaknya yang menunggu disana,” tutupnya. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM