Hasil Lab BPOM Tidak Cukup Bukti, Kasus Keracunan Di SMP 2 Akan Di Hentikan ?

Sunday, March 4, 2018 | 09:56

Bagikan:
KERACUNAN : Saat petugas dari Polres Tarakan melakukan investigasi di kantin SMP 2 Tarakan beberapa waktu lalu.



KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN – Pasca keracunan puluhan pelajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tarakan beberapa pekan lalu, penyidik Satreskrim Polres Tarakan belum mengetahui penyebab pasti makanan yang mengakibatkan para pelajar ini mengalami keracunan massal ini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan pun awal pekan tadi sudah mereleas hasil uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda, meskipun hasil laboratorium yang disampaikan ini masih berupa lisan. Namun, hasil resmi uji laboratorium ini baru diterima Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Tarakan, Kamis (1/3).

"Walaupun kita mengetahui hasilnya, kita juga butuh penjelasan lagi dari BPOM Samarinda dan untuk itu Polres akan mempersiapkan surat panggilan untuk ahli laborotarium di Samarinda agar bisa memberikan keterangan," jelas Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas Ipda Taharman, sabtu (3/3).

Lebih lanjutnya, Usai mendengarkan paparan secara langsung dari BPOM Samarinda, penyidik yang menangani kasus ini akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus tersebut dilanjut atau tidak. “Nanti minggu depan sudah ada penjelasan dari Dinkes atau BPOM," lanjutnya.

Selain itu, bila hasil lab tidak mencukupi bukti-bukti tersebut, maka secara tidak langsung bisa saja kasus ini dihentikan. Namun sampai  saat ini pihaknya masih menunggu  pemaran dari BPOM untuk kejelasan kasus keravunke siswa-siswi SMP 2 Tarakan ini.

"Kita tunggu aja nanti gimana hasilnya dan hasil penjelasan dari Dinas terkait," tutupnya. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM