Sertifikat Tambak Di Kaltara, Akan Diusulkan Melalui Prona

Sunday, February 4, 2018 | 10:17

Bagikan:
Photo : Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara H Amir Bakri.


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN - Gubernur Kalimantan Utara Dr Ir H Irianto Lambrie, Memerintahkan kepada Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kaltara H Amir Bakri, Agar secepatnya menangani soal kepemilikan lahan tambak milik masyarakat tersebut, Yang sampai saat ini belum ada kejelasan kepemilikan. (4/2/18)

Kepala DKP Kaltara H Amir Bakri, Dalam sambutannya pada acara Seminar dan FGD kemarin mengatakan, Sesuai perintah Gubernur Kaltara, bahwa, Secepatnya ada kejelasan mengenai Kepemilikan lahan tambak milik masyarakat," Kami telah mengambil langkah cepat, agar secepatnya, semua tambak kita sudah disertifikasi, biar jjelad, karena saat ini, kita hanya secara lisan saja, kalau itu  adalah milik kita, tapi surat kepemilikan  belum ada, Untuk itu, Pemprov Kaltara, akan membantu para pemilik tambak, untuk segera memiliki sertifikat tambak yang dikelolanya selama puluhan tahun," Jelas H Amir.

Pemprov Kaltara akan mempercepat dan mempermudah surat-menyurat, seperti ijin perikanan, Sementara untuk sertifikat adalah menjadi kewenangan Dinas Pertanahan, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kaltara H Amir meminta agar, Dinas pertanahan membantu para pemilik tambak untuk mengurus sertifikat, " Kan sudah jelas, siapa pemilik tambak, Sudah jelas juga, siapa yang punya tambak disebelah kiri, kanan, belakang atau depannya, Setelah kami menyelesaikan soal berapa luas tambak yang masing-masing dimiliki oleh petani, maka secepatnya akan disertifikasi, Sesuai  perintah pak Gubernur Kaltara, agar secepatnya diperjelas kepemilikan tambak masyarakat ini,"Kata H Amir


"Dengan adanya tim witaris dari Unhas ini, Nantinya, para petani tambak akan tahu, berapa luas tambaknya, Bukan hanya dikira-kira saja, tapi data peta ini akurat, kerena mempergunakan alat yang memang tingkat ke akuratannya sangat terpercaya, Luas tambak kita tidak akan bergeser satu meterpun, maka saya himbau agar secepatnya, semua lahan tambak di Kaltara ini disertifikasi, Kita utamakan yang Areal Penggunaan Lain (APL), Harapan saya, agar jatah Sertifikat yang dimulai awal tahun ini, Kebanyakan dari sektor perikanan, kita akan usulkan melalui Prona ( Proyek Nasional ) " Jelas H Amir.

Dalam Seminar dan FGD antara para petani tambak di Kaltara, Bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Wilayah, Tata Ruang Dan Informasi Spasial ( WITARIS) Universitas Hasanuddin Makassar, Di Kantor Penghubung Provinsi Kalimantan Utara, Disambut baik oleh para petani tambak yang kebanyakan dari kota Tarakan.

Nurjannah dari Tim WITARIS universitas Hasanuddin Makassar menjelaskan, Tugas yang diberikan oleh DKP Kalimantan Utara adalah, melakukan kegiatan, yaitu menganalisa sehingga menghasilkan peta lokasi lahan tambak yang ada di Kaltara," Skala yang akan kita gunakan dalam menentukan luas dan wilayah kepemilikan tambak masyarakat yaitu skala detail,  Dalam bahasa ilmiahnya disebut skala Kadaster, ini adalah skala yang sangat rinci, kita tidak bisa menggunakan GPS biasa, karena akurasinya masih bisa bergeser, Bisa kurang 3 meter dari belakang, bisa kurang dari depan, Tapi kita akan gunakan GPS Giodetik, yang tingkat keakuratannya sangat jelas, Giodetik ini juga dipergunakan oleh anggota TNI untuk menentukan sasaran tembak, sehingga tidak meleset," Jelas Nurjannah.

"Kami menghabiskan waktu selama 20 tahun, untuk mempelajari masalah Remote Sensi, Remote Sensi ini adalah bagaimana teknologi penginderaan jarak jauh,  citra satelit bisa memantau permukaan bumi, dengan tingkat keakuratan yang bisa memberikan informasi yang sesuai dengan kenyataan, peta bisa dikatakan valid atau aktual, kalau sudah mendekati kenyataan," urai Nurjannah.


Skala makin detail itu berarti semakin mendekati kenyataan, Kalau nantinya kami menghasilkan peta 1 banding 10.000 ribu, itu artinya, 1 Cm dipeta sementara kenyataan di lapangan adalah 100 meter secara faktual," " kata Nurjannah.

Lanjut Nurjannah, Peta yang menggunakan Google itu tidak bisa dijadikan acuan, Karena koordinat juga bisa dikeluarkan, tetapi, apakah koordinat itu sudah betul, sudah diverikasi, istilah kami adalah, apakah sudah dikoreksi secara geometik, dari keadaan keadaan sebenarnya dipermukaan bumi, itu belum tentu, Karena ada acuannya, kalau untuk menghasilkan peta yang skala 1 banding 10.000, 1 cm ditekan sama 100 kenyataannya di lapangan, itu harus kita menunjuk beberapa titik, Refrensentatif,   untuk menegakkan citranya atau photo satelitnya, Dengan ketinggian beberapa puluh kilometer bisa memotret secara keseluruhan areal pertambakan di Kaltara, ada yang tiap 16 sehari sekali dan ada juga 32 hari," urainya.

Selain itu, dosen Unhas ini juga mengatakan bahwa, Negara saat ini telah menyiapkan peta gratis yang 1 banding 250.000 dan semua bisa mengkonsumsi itu, namun itu efektif untuk melihat kawasan hutan, yang pohon-pohonnya bisa mencapai diameter 20 sampai 100 meter perpohon," jelas Nurjannah.(AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM