Ngaku Guru Tari, Perempuan Berhijab Bawa Kabur Anting Milik 4 Siswi SD Utama

Monday, February 19, 2018 | 22:31

Bagikan:
Ilustrasi


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN – Senin (19/2) siang sekira pukul 01.00 wita para murid dan guru Sekolah dasar Negeri (SDN) Utama 1 Tarakan dihebohkan dengan empat siswi kelas 2, Keempatnya mengaku kehilangan anting-anting miliknya, Dimana diambil seseorang yang mengaku sebagai guru tari.

Salah satu guru SDN Utama 1 Tarakan, Eva, yang mengetahui kejadian tersebut , Setelah adanya laporan dari siswa-siswi kelas 2 yang saat itu melihat ada seorang wanita berhijab datang ke ruang kelas. "Jadi kelas mereka itu didatangi oleh wanita yang memakai jilbab yang mengaku sebagai guru tari dan anak-anak ditawarinya yang mau ikut menari, makanya anak-anak ramai-ramaii datangi wanita yang mengaku guru tari itu," jelasnya saat dikonfirmasi melalui via telepon, senin (19/2).

Usai menawarkan untuk menari tersebut, wanita berjilbab itu pun meminjam pulpen dan kertas untuk mencatat nama anak-anak yang hendak ikut kelas menarinya. Para siswa yang masuk siang ini langsung menyebutkan nama masing-masing dan dicatat oleh si wanita.

"Sudah saya tulis namanya, wanita itu menyuruh siswi ke wc dan ada enam anak yang ikut, kemudian sampai dikamar mandi, disuruh buka jilbab, dan mengambil anting dari empat siswa sedangkan yang dua tidak memakai anting kemudian disuruh kembali ke kelas," tuturnya.

Tidak berselang lama, wanita yang mengaku guru tari tersebut pergi dan tinggal empat anak yang antingnya diambil menangis didepan WC. Kebetulan, salah satu guru yang mengajar di jam sekolah siang melihat siswi menangis langsung mendekati dan menanyakan penyebabnya.

"Jadi guru itu heran, kenapa anak-anak nangis didepan wc dan disitu guru langsung menanyakan siswi siswi itu dan dibawa ke ruangan guru untuk bercerita," ujarnya.

Selain itu, pihaknya belum mengetahui siswi tersebut dihipnotis atau tidak. Pasalnya, saat ditanya keenam siswa ini menceritakan, Bahwa, pada saat didalam WC, mereka mengetahui kalau antingnya diambil. "Kita tanya ciri-ciri wanita itu mereka sebutin aja warna jilbabnya dan bajunya dengan warna orange, hijau sama merah. Tapi yang mereka ingat ibu-ibu itu pakai behel di giginya dan berjilbab. Makanya, karena bisa menceritakan ciri-ciri ini sulit memastikan anak tersebut di hipnotis atau tidak, tapi kan namanya anak-anak polos saja diminta apa-apa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Utama 1 Tarakan Widayadi membenarkan kejadian yang menimpa empat orang siswanya tersebut dan pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Tarakan Barat.
"Kami sudah laporkan kejadian yang menimpa murid kami ke Polisi tadi siang (19/2)," singkatnya.

Terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Ipda Taharman mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut dari orang tua murid maupun guru terkait adanya kehilangan yang terjadi di SDN Utama 1 Tarakan.
"Jadi saat ini petugas masih menyelidiki kasus itu dan apakah anak atau siswi itu di hipnotis atau tidak," tutupnya. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM