Negara Bisa Maju, Bila Pola Pikir Masyarakatnya Bisa Diubah

Monday, February 5, 2018 | 02:38

Bagikan:
Photo : Gubernur Kalimantan Utara saat berbagi pengalaman kepada peserta workshop UMKM dan Pelatihan Budidaya Merica Perdu Hibrida, Di Tanjung Selor. (5/2)


KORANDIGITALNET.COM - TANJUNG SELOR - Bertempat di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Bulungan, Gubernur Kalimantan Utara Dr Ir H Irianto Lambrie, Menghadiri sekaligus membuka Workshop UMKM dan Pelatihan Budidaya Merica Perdu Hibrida bagi Pondok Pesantren dan Lembaga Keagamaan Islam Sekalimantan Utara. (5/2/18).

Dalam kesempatan itu, Irianto tidak memberikan pengarahan, Namun lebih memilih berbagi pengalaman kepada peserta, Belajar dari masa lalu, Belajar dengan sejarah negara-negara lain yang sekarang maju, Belajar dengan negara China, Dimana dulunya China adalah negara miskin, namun saat ini, Negara tirai bambu tersebut sangat maju pesat.

Gubernur Kaltara ini berpesan kepada para peserta, bahwa, Hal itu yang perlu dipelajari," Setelah dipelajari, ternyata kuncinya ada pada mindset atau pola pikir masyarakatnya, Sikap malas, jorok dan tidak disiplin berhasil  diubah menjadi rajin,, pekerja keras  dan disiplin, mereka menjadi wirausaha yang tangguh, Sehingga membuat ekonomi kerakyatan yang kuat, Bahkan China menjadi negara terkuat di dunia dari sisi ekonomi," kata Irianto.


Jepang menjadi negara kedua yang saat ini sangat maju, Dimana ratusan tahun lalu, Jepang termasuk negara miskin, tapi saat ini, kemajuannya sangat pesat, Ini dimulai dimasa kepemimpinan Kaisar Meiji, atau kerap disebut, Meiki Restorasi.

"Sama dengan China, Untuk memajukan Jepang, juga dimulai dengan perubahan mindset Masyarakatnya, Negeri Sakura ini sangat menghargai waktu, untuk itulah, Jepang menjadi negara yang maju dan modern," tutur Irianto.

Lebih lanjut Irianto menjelaskan, Bahwa, Belajar dari negara lain sangat penting, " Termasuk Korea Selatan, bahkan dinegara terdekat seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Semu sudah maju, Karena warganya sangat disiplin, yang dimulai dengan mindset dan pola pikir yang maju, Dari contoh-contoh itu, kita bisa kaitkan dengan wirausaha," Jelas Gubernur Kaltara ini.

Indonesia saat ini, Perekonomiannya dikuasai UMKM, Namun aset yang dikuasai hanya 10-an persen, Ini menjadi tantangannya, Kenapa wirausaha di Indonesia tidak maju, Itu dikarenakan, pola pikir yang belum dirubah, wirausaha, modal utamanya adalah Pembangunan bangsa, Kalau wirausaha kuat, Ekonomi negara itu akan maju, Kuncinya adalah inovasi, kreativitas, ketekunan, keuletan, serta kerja keras dan juga doa.


"Disamping itu, yang lebih penting lagi adalah, pola pikir, komunikasi yang baik dan konektivitas yang harus kita bangun, ini bertujuan untuk pemasaran," Urai Irianto.

Dalam kesempatan tersebut, Irianto juga menyampaikan kepada para peserta yang kebanyakan pengurus pondok pesantren, bahwa, bangsa Indonesia ini unik, dimana ada 700 lebih etnis dan ada 300 bahasa, Namun patut disyukuri, bangsa ini masih bisa mengelola kerukunan dan persatuan, Berbeda dengan Afganistan,Irak, Syiriah, yang hanya memiliki etnis, tapi mereka tidak akur dan terus berperang.

"Saya juga berpesan, jangan coba-coba melakukan provokasi, dengan menyebarkan berita bohong dan kebencian, memang kita tidak tahu, kapan negara Indonesia ini bisa bertahan, Tapi kita harus bertahan, dengan menjaga persatuan dan kesatuan," Terang Irianto.

Di Indonesia , Umat Muslim yang merupakan penduduk mayoritas, perlu membekali diri, dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM), Hal ini sangat, guna bisa berperan bagi pembangunan dan ekonomi bangsa, Melalui pelatihan dan workshop, sangat penting dilakukan.

"Saya mengucapkan, selamat berlatih, manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, Ikuti dan implementasikan Ilmu yang diperoleh dari para narasumber," Ucap Gubernur Provinsi termuda di Nusantara ini. ( Babe/AS )
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM