Irianto Menghadiri Pelantikan GAPKI Kaltara

Tuesday, February 27, 2018 | 16:11

Bagikan:
Gubernur Kaltara H Irianto Lambrie saat memberikan sambutan dihadapan pengurus GAPKI Kaltara.(27/2)



KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN - Bertempat di ruang Tulip Swis Bell Hotel Tarakan, Gubernur Kalimantan Utara Dr Ir H Irianto Lambrie, Menghadiri pelantikan Pengurus Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia ( GAPKI ) Kaltara. ( 27/2/2018).

Karena sempat menjadi Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Irianto Lambrie sangat memahami tentang sawit ini, dan sering mengunjungi langsung lokasi perkebunan sawit yang ada di wilayah Kaltara ini.

Menurut Irianto, Masyarakat Kaltara sangat beruntung, karena dikaruniai kekayaan alam berupa hutan, lahan, air dan iklim yang begitu besar, " Secara faktual, tanaman kelapa sawit dibutuhkan oleh berbagai mahluk hidup, minyak sawit juga bisa diolah menjadi 900 jenis produk alam," Jelas Irianto.

Namun saat ini, perusahaan sawit di Kaltara, bahkan seluruh Indonesia lebih fokus menghasilkan minyak sawit, atau sejauhnya adalah untuk biodiesel, berbeda dengan negara lain yang sudah mengolahnya lebih jauh.


"Kelapa sawit di Indonesia harusnya lebih maju dari negara penghasil sawit lainnya, Tapi pada faktanya, nilai ekspor sawit Indonesia disalip Malaysia, padahal, dulu Malaysia belajar mengusahakan sawit dari Indonesia, bibitnya juga didatangkan dari Indonesia, Ini yang harus menjadi catatan, utamanya persoalan tata kelola pemerintahan dan perusahaan," Tutur Gubernur Kaltara ini.

Terkait keberadaan GAPKI, Diharapkan dapat berjalan maksimal sesuai tujuannya, GAPKI harus menghimpun pengurus dari para pemilik usaha, bukan utusan perusahaan, Harus memiliki ketegasan soal penetapan dan pemungutan besaran iuran dari anggotanya, Sebab, organisasi tidak bisa jalan tanpa biaya.

Selain itu, Gubernur Kaltara ini juga meminta, agar, GAPKI , untuk mengingatkan kepada pengusaha sawit agar memperhatikan kesejahteraan karyawannya," Anggaplah karyawan itu sebagai tulang punggung perusahaan, dan juga harus memperhatikan isu lingkungan yang sudah mengglobal, jangan disepelekan, mengingat, buyer kebanyakan adalah dari negara maju secara ekonomi dan peradaban, bahkan, tak jarang merekalah yang mengatur harga," Urai Irianto.

"Khusus masalah lingkungan, Saya minta agar seluruh perusahaan sawit di Kaltara mengikuti Program Peringkat Perusahaan (Proper), Sebab, Sampai saat ini, dari 13 perusahaan sawit (volume besar) di Kaltara baru 4 perusahaan yang mengikuti proper," Ungkap Irianto.

Pada proper, ada tiga aspek yang dinilai, yakni, aspek pengelolaan kualitas air, pengelolaan kualitas udara, dan pengelolaan limbah, Bila tidak mengikuti proper, ada sanksi bisa dijatuhkan kepada perusahaan, Diantaranya pencabutan izin.

" Sebagai informasi, sesuai data GAPKI ada sekitar 210 ribu hektar lahan sawit yang telah ditanami di Kaltara, Dimana ada 850 ribu hektar izin lokasi yang sudah diterbitkan Di Kalimantan Utara oleh pimpinan kabupaten bersangkutan," kata Gubernur Provinsi termuda di Nusantara ini.

Pengelolaan sawit harus berdasarkan peraturan yang berlaku, Sesuai dengan UU No.39/2104, Perusahaan sawit juga harus terus mampu meningkatkan cadangan devisa negara dan menyediakan lapangan kerja luas. ( Babe/AS )
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM