Ini Penyebab Dua Speedboat Terbalik Di Kaltara

Thursday, February 8, 2018 | 22:34

Bagikan:
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN – Terbaliknya Speedboat (SB) Rezeki Baru Kharisma pada 25 juli 2017 lalu dan SB Anugrah Express pada 1 januari lalu di Perairan Kaltara. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya merilis penyebab terbaliknya dua speedboat (SB) tersebut, pada (8/2), sekira pukul 09.00 wita di Terminal Pelabuhan Tengkayu 1 (SDF) Tarakan. 

Dalam rilis tersebut, Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan, Kejadian terbaliknya kedua speedboat dikarenakan faktor muatan yang diletakkan di atas atap ruang penumpang menyebabkan titik berat semakin tinggi, sehingga stabilitas speed boat berkurang. "Jadi Indikasi ini bisa terlihat dari rekaman video amatir ketika Rejeki Baru Kharisma berbelok meninggalkan dermaga pelabuhan sudah miring ke kiri dengan periode olengan yang lambat," jelasnya, kamis (8/2).

Lebih lanjutnya, ditambah lagi, juragan menaikkan putaran mesin hingga 3.500 Rpm, haluan SB terangkat naik dari permukaan air. Sehingga nahkoda SB tersebut refleks cikar kanan agar dapat kembali ke posisi semula. 

"Tetapi usaha nahkoda untuk cikar ke kanan, malah usaha ini tidak berhasil karena kapal tidak dikontrol sehingga muatan dan penumpang yang duduk berhadapan dari sisi kanan tergeser ke sisi kiri dan speedboat pun langsung terbalik," lanjutnya saat memberikan pemaparan rilis tersebut. 

Sementara itu, disisi lain SB Anugrah Express terbalik yang di selidiki KNKT dengan terbaliknya tersebut,  bahwa adanya geseran penumpang pada buritan SB dan membuat SB Anugerah Express oleng saat menabrak batang kayu yang berada tepat didepan SB tersebut.

"Jadi Kebersihan Sungai Kayan dari keberadaan kayu, baik olahan maupun limbah, sangat mempengaruhi keselamatan pelayaran kapal cepat, mengingat kecepatan kapal mencapai 30 knot atau lebih," ujarnya. 

Kemudian itu juga, Selain kebersihan laut tersebut, barang juga berpengaruh besar dalam pelayaran, apalagi kapal  tidak memiliki ruang khusus untuk barang bawaan penumpang di sekitar, sehingga barang diletakkan di atap kapal.

Selain itu, dari temuan hasil investigasi KNKT kepada instansi terkait. Diantaranya KSOP, Dishub Kaltara, Dishub Tarakan, pengelola pelabuhan dan operator kapal. Namun soal pengawasan terealisasinya rekomendasi ini, Soerjanto mengaku tidak memiliki wewenang khusus dan hanya bisa mengeluarkan rekomendasi.

"Jadi rekomendasinya itu berupa pengawasan, yaitu termasuk media ini, kan bisa di upload di web, Berarti ini bisa jadi hukuman dan termasuk pengawasan, Bahwa rekomendasi siapa yang tidak dikerjakan,” bebernya. 

Jika instansi yang mendapatkan rekomendasi berupa evaluasi ini merasa keberatan, ia siap menerima aduan. Namun, menurutnya semua rekomendasi yang ia sampaikan sangat mudah, diantaranya setiap kapal harus ada pintu darurat, tidak memuat barang bawaan penumpang diatas kapal.

“Jadi SB itu harus memiliki tempat barang, Untuk dinas terkait, seperti KSOP dan Dishub mesti ikut melakukan pengawasan kapal, apakah SB tersebut layak untuk beroperasi atau tidak," tutupnya. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM