Astagaaaa !! Korban Keracunan Makanan Di SMP 2 Tarakan Terus Bertambah Dan Dirujuk Ke RSUD

Wednesday, February 7, 2018 | 13:05

Bagikan:
KERACUNAN : Saat salah satu siswi yang akan dirujuk ke RSUD Tarakan menggunakan Ambulance.(7/2).


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN - Diduga keracunan di Sekolah Menegah Pertama Negeri 2 (SMPN) Tarakan pada rabu (7/2) bertambah menjadi 47 siswa siswi yang harus dilarikan ke Puskesmas Karang Rejo pada rabu (7/2).

Akibat dari keracunan makanan tersebut, 5 siswa terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Keracunan berawal dari siswa siswi, memakan-makanan yang dijual di Kantin SMP 2 tersebut.

Seperti yang diungkap siswi kelas 7 I, Nur Fitrah mengatakan, Awalnya dirinya merasakan mual-mual, hingga muntah. "Saya tadi makan nasi uduk dikantin, setelah memakan nasi itu, saya hampir 5 kali muntah dan saat itu saya sempat dilarikan ke UKS dan dikasih minum air kelapa," ungkapnya.


Lanjutnya, setelah dilarikan ke UKS. Dirinya tidak mengalami perubahan dan harus dilarikan ke Puskesmas. "Saya sudah diberikan obat ada 3 macam tadi," tuturnya.

Sementara itu, Tias petugas puskesmas Karang Rejo menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penanganan terhadap siswa siswi tersebut.

"Jadi awalnya itu siswa siswi itu meraksan, mual-mual, berkeringat, dan muntah. Tapi cepat kita sudah lakukan penanganan terhadap mereka itu," ujarnya.


Kemudian itu juga, pihaknya Puskesmas sudah melakukan pengambilan sample terhadap makanan yang diduga beracun tersebut. "Kami mengambil nasi uduk, mie, sambel, dan semua makanan di kantin ini untuk dilakukan pemeriksaan. Sampel itu juga diambil oleh pihak kepolisian Ahli Forensik dan pihak Laboratorium Dinas Kesehatan," bebernya.

Atas kejadian ini, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Tarakan, Angkat bicara, Ilham Noor mengatakan pihak sekolah mestinya lebih optimal dan melakukan kerja sama puskesmas melakukan pengecekan.


"Kita sudah seringkali memberitahukan ke sekolah-sekolah untuk melakukan pengecekan dan pemantauan terhadap makanan yang terjual di kantin sekolah," kata Ilham Noor saat dijumpai di SMPN 2 Tarakan.

Dan pihaknya akan memberikan sanksi kepada petugas kantin atau teguran terhadap penjaga kantin tersebut. "Jadi kita masih menunggu penyelidikan penyebab keracunan  makanan yang dikonsumsi murid SMP ini, kita belum tahu makanan tersebut mengandung apa," tutup Ilham. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM