Tanpa Dokumen Lengkap, 2 Kapal Tongkang Diamankan Ditpolair Diperairan Bulungan

Thursday, January 18, 2018 | 20:31

Bagikan:
Dok. Kedua tersangka dan Direktur Polair Korpolairud  Baharkam Polri, Brigjen Pol Lotharia Latif saat memberikan keterangan kepada awak media.

KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN - Kali ini, Kapal Patroli (KP) Nakula Ditpolair Korpolairud Baharkam Mabes Polri kembali melakukan penangkapan kapal tongkang dan dua tug boat yang mengangkut barang luar negeri diperairan Bulungan, pada sabtu (6/1) sekira pukul 24.00 wita. 

Direktur Polair Korpolairud  Baharkam Polri, Brigjen Pol Lotharia Latif mengatakan, Dalam penangkapan kapal tongkang tersebut diamankan lantaran tidak memiliki dokumen resmi dalam perlayaran diperairan Indonesia.
"Jadi dua kapal tongkang itu membawa barang asal china dengan bermuatan link 122 koli, Roller 74 koli, Sporcket 70 Pcs, Idler 32 koli, Shae 12 koli, Filter Danalson 6 koli, Steel Wire 5 rool, Propeler 4 buah, Tali Nilon 41 rool, Karpet Semen 60 rool, Jangkar 3 buah, Molen 2 unit, Speed Boat tanpa mesin 2 unit dan Kontainer berisi filter 2 buah yang dibawa dari pelabuhan Shanghai (China)dan akan dibawa ke Indonesia," jelasnya usai rilis, kamis (18/1).


Lanjutnya, penangkapan kedua kapal tongkang ini diamankan di perairan Desa Muara Batu Basu, Kabupaten Bulungan, pada posisi 03 11’ 100’ LU-117’ 22’ BU. "Saat kita amankan, kapal tongkang BG PIKE yang saat itu ditarik dua tugboat yaitu TB DOLPIN dan TB ALEXANDER," lanjutnya. 

Setelah diberhentikan kapal oleh polairud, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang tak berdokumen  dan saat dilakukan Pemeriksaan kapal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang pelayaran. "Bisa disebut ilegal, karena pelayaran mereka tanpa dokumen lengkap,  jadi kita langsung amankan saja," tuturnya. 

Sementara itu, untuk tersangka telah ditetapkan dua orang dengan inisial IB nahkoda dari TB DOLPIN dan HZ nahkoda TB ALEXANDER. Keduanya melanggar pasal 323 ayat 1 junto pasal 219 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran, perubahan atas UU RI nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan

"Saat ini, kedua tersangka dan kapal sudah diamankan dan kita akan kembangkan lagi siapa pemilik barang tersebut," tutupnya. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM