Tahap 1 Pembuangan Bayi Tunggu Rekontruksi

Friday, January 12, 2018 | 12:44

Bagikan:
Dok. Saat kedua pasangan pembuang bayi diamankan oleh pihak kepolisian di salah satu hotel di Tanjung Selor.


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN – Berbeda dengan kasus bayi dalam freezer yang rekontruksi dilaksanakan menjelang tahap II ke Kejaksaan Negeri Tarakan, untuk kasus pembuangan bayi dengan tersangka IR, AR dan EF alias B ternyata sebelum tahap1 sudah harus dilakukan rekontruksi.

Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan Rachmad Vidianto melalui Kasi Pidana Umum Banan Prasetyo menuturkan pihaknya menunggu jadwal yang ditetapkan oleh penyidik di Unit Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tarakan. 

“Ini kami sedang melakukan koordinasi untuk penyesuaian jadwalnya, kapan akan rekontruksi. Tapi, intinya kita dari Jaksa hanya menunggu surat undangan lah, kapan rekontruksinya,” ujarnya, ditemui Selasa (9/1).

Saat ini, untuk berkas perkara kasus pembuangan bayi kata Banan masih dalam tahap konsultasi dengan penyidik. “Kalau Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), sudah dikirim. Kan merujuk aturan baru, setiap polisi melakukan penyidikan, SPDP sudah harus dikirim paling lama seminggu setelahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Kasat Reskrim AKP Choirul Yusuf mengaku belum bisa menentukan kapan jadwal rekontruksi dilaksanakan. Ia hanya memastikan pelaksanaannya akan dilakukan dalam waktu dekan, paling lama pekan depan.

“Rekontruksinya dibelakang Polres nanti. Setelah rekontruksi baru kita serahkan ke Kejaksaan untuk tahap 1. Kalau kasus SL dulu kan tahap 1 dulu baru rekontruksi,” katanya, dikonfirmasi via telepon seluler, Selasa (9/1).

Dalam rekontruksi ini, sambung Perwira Urusan Subbag Humas Ipda Deny Mardiyanto nantinya untuk melihat peran para pelaku dan dimana tindak pidana yang dilakukan. Sekaligus untuk menyamakan persepsi Jaksa dan penyidik, sebelum berkas perkaranya dinyatakan lengkap. 

“Nanti kan hadir juga Penasehat Hukum (PH) para terdakwa, Jaksa maupun pihak yang terkait untuk menyaksikan rekontruksi,” imbuhnya.

Meski belum mau membeberkan apa saja adegan yang akan diperagakan nantinya, namun ia mengungkapkan akan dimulai dengan pengakuan IR, melahirkan sendiri di usia kandunganya yang menurut hasil forensik berumur 4 bulan.

“Setelah ia melahirkan, baru AR datang dan membawa bayinya yang sudah dibungkus dalam seprai dan kemudian dibuang ke Jembatan Sungai Bengawan di Jalan P Aji Iskandar, Kelurahan Juata Kerikil,” tuntasnya.

Diberitakan sebelumnya, Unit Jatanras Satreskrim Polres Tarakan akhirnya berhasil mengungkap IR dan AR, dua pelaku pembuang bayi di Sungai Bengawan, pada 2 Desember lalu. Keduanya, ditangkap di salah satu penginapan di Bulungan, 9 Desember lalu. Selain itu, polisi juga menetapkan EF alias B sebagai tersangka pada sehari setelahnya karena menjual obat khusus untuk menggugurkan kandungan yang diketahui merupakan obat ilegal kepada IR dan AR. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM