Steve Singgih Melaporkan Oknum Yang Menfitnah Gubernur Kaltara

Wednesday, January 24, 2018 | 14:13

Bagikan:
PHOTO : Steve Singgih Ketua Gerakan Bela Negara, Saat konferensi pers setelah dirinya melapor ke Polres Tarakan. (24/01).


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN - Terkait beredarnya informasi yang menuding Gubernur Kalimantan Utara, Menerima dana 5 miliar, guna memuluskan ijin tambang batu bara diberbagai media, Membuat sebagian masyarakat merasa gerah, Termasuk dari LSM Gerakan Bela Negara (GEBRAK). (24/01/2018).

Ketua GEBRAK Steve Singgih  dihadapan awak media mengatakan, Dirinya sebagai masyarakat Kaltara, Secara resmi melaporkan 15 media online yang telah menyebarkan berita yang sangat menggangu stabilitas pemerintahan di Kalimantan Utara, " Saya atas nama ketua GEBRAK , Telah melaporkan beberapa oknum yang telah menyebarkan informasi melalui jejaring sosial, baik di Facebook maupun grup WhatsApp, Dan juga beberapa  media online, Termasuk orang yang berada dibalik semua ini," Kata Steve.

Lebih lanjut Steve kepada awak media, yang telah menunggu ketua GEBRAK ini mengatakan, Dirinya melaporkan oknum tersebut dan akan dijerat pasal 318 ayat 10 tentang pencemaran nama baik, " Saya barusan melaporkan penyebar berita hoax dijejaring sosial, selain UU pencemaran nama baik, juga saya laporkan dengan jeratan UU ITE sesuai pasal 27 ayat 3," Jelas Steve.

" Saya harap, apa yang saya lakukan ini, tidak dianggap macam-macam, apa lagi ada mencurigai saya menerima uang, Lillahi taala, hal ini saya lakukan, karena, Sebagai masyarakat Kaltara merasa terpanggil, Ini akan mengganggu kinerja pemerintah yang saat ini telah berkonsentrasi membangun Kalimantan Utara, Saya sampai saat ini belum pernah berjabat tangan secara langsung dengan pak Irianto, tapi disini saya bukan berbicara masalah personal, tapi saya berbicara sebagai masyarakat yang tidak simpatik dengan oknum yang mau merusak keutuhan di bumi Paguntaka ini," Terang Steve.

Lanjut Steve, Dengan adanya pemberitaan dengan tudingan bahwa dana itu diterima oleh Gubernur Kaltara melalui deposito sebesar 5 miliar itu tidak benar, " Jangan bikin fitnah, nanti bisa menghambat para investor masuk ke Kaltara, Apa lagi demo tanpa ijin dari pihak kepolisian, ya itu demo ilegal dan tidak di akui, Itu bukan demo tapi hanya sekedar numpang berphoto saja, berapa menit kemudian bubar," Kata Steve.

Wahyudin, Ketua Ikatan Wartawan Online        ( IWO) Kota Tarakan.

Sementara itu, Terkait adanya media online yang dilaporkan oleh Steve Singgih, selaku ketua LSM GEBRAK, Yang mana telah melaporkan beberapa media yang telah memfitnah Gubernur Kaltara, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Tarakan,  Wahyudin kepada media mengatakan, " Silahkan saja LSM GEBRAK melaporkan media online yang telah memberitakan tentang fitnahan terhadap pak gubernur, Sebagai ketua IWO, saya mendukung langkah yang diambil oleh LSM tersebut," Kata pria yang sering disapa Andi Solar ini.

Lanjut ketua IWO ini menguraikan, "Kebebasan pers dijamin UU 40 tahun 1999 yang di Indonesia tidak 
tidak ada PP dan Permen, Namun, terkait berita Hoaxnya, Pelakunya, baik yang membuat maupun menyebarkannya melalui media sosial dapat dikenai UU ITE no 11 tahun 2008, sebenarnya ada beberapa pasal yang mengatur tentang berita bohong ini," Jelas Ketua IWO ini.

" Media online yang membuat berita yang menfitnah Gubernur Kaltara itu, Tidak terdaftar sebagai anggota IWO, Kalaupun media atau wartawanya masuk organisasi pers manapun, mesti dituntut, wartawan jangan sampai melanggar kode etik jurnalis, efeknya kemedia atau pribadinya sendiri," Urai Ansol. (NG)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM