SK Hanura Ada Dua, Paslon Menunggu Hingga Jam 24.00 malam

Wednesday, January 10, 2018 | 19:48

Bagikan:


Dok. Saat pasangan Badrun-Ince menuju kantor KPU Tarakan untuk mendaftar sebagai peserta pilkada Tarakan dan pasangan Khaerul-Effendi melakukan deklarasi didepan Sinar Terang Jalan Kusuma Bangsa. (10/01).


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN - Dua pasangan calon walikota Tarakan yakni, Dr. Khairul-Effendy Juprianto  (OKE) dan H.Badrun-Ince A Rifai (BAIS) yang telah melakukan pendaftaran pada hari terakhir, Rabu (10/1) kini memuai kontroversi. Pasalnya,  salah satu Partai pendukung kedua calon tersebut yaitu, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mempunyai dua Surat Keputusan (SK).

Dengan adanya 2 SK tersebut, kedua pasangan tersebut belum dinyatakan lolos administrasi. Sehingga kedua pasangan harus terlebih dahulu melengkapi berkasnya sampai pukul 24.00 wita. 

Sekertaris DPD Hanura Provinsi Kaltara, Mursalim Tahar mengatakan, Mengenai SK yang dipersoalkan,  pihaknya sudah melakukan rapat pleno yang dilakukan ditingkat pusat. Yakni,  Jakarta beberapa waktu lalu. 
"Jadi pencabutan SK itu kita sudah lakukan rapat di Jakarta yang lansung ditanda tangani Waksekjen dan Ketua Umum Partai Hanura," jelasnya. 

Selain itu,  dengan adanya dua surat keputusan tersebut, pihaknya sudah melakukan klarifikasi dan pencabutan terhadap salah satu SK tersebut. "Waktu itu Sekjen tidak hadir dan tidak ada ditempat. Jadi itu tanpa sepengetahuan dari pimpinan langsung," terangnya. 

Kemudian itu juga,  setelah mengetahui hal tersebut, pihak Hanura langsung melakukan rapat internal dan melakukan rapat pleno. Sehingga waksekjen menandatangani SK ke pencalonan kepala daerah yang lain. "Jadi yang SK yang pertama sudah dicabut, tinggal bagaimana koordinasinya ke KPU pusat tentang kebenaran yang kita tungggu sebelum sampai jam 12 malam malam nanti," tuturnya. 

Sementara itu, Ia juga menegaskan dari awal DPC Tarakan bersama DPD Partai Hanura Provinis Kaltara menginginkan mengusung  pasangan dr. Khairul-Effendy Juprianto (OKE). Bahkan surat rekomendasi awal yang diterbitkan partai Hanura diberikan kepada pasangan ini.
 
"Kita ikuti aja aturannya seperti apa,  karena ini melalui peroses pendaftaran hingga verifikasi sampai diputuskan ditingkat pusat. dan tidak ada itu namanya bayar membayar atau permainan," tegasnya. 
Hingga berita ini diturunkan, pasangan calon walikota BAIS dan OKE, masih menunggu hasil keputusan dari KPU pusat. (AD/AS) 

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM