Sidang Speed Terbalik, KSOP Berikan Saksi

Thursday, January 11, 2018 | 23:25

Bagikan:
Dokumentasi.


KORANDIGITALNET -TARAKAN – Dengan terbaliknya speedboat SB Rejeki Baru Kharisma dengan dinahkodai Aris Rusdianto alias Bongket pada 25 juli lalu,  yang memakan korban 10 penumpang. Kini Enam orang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi di persidangan kasus laka laut tersebut. 

Dalam persidangan ini,  Diantara saksi yang diudang. Yakni, dari Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perhubungan dan salah satu petugas Polsek Kawasan Pelabuhan yang berdinas di Pelabuhan Tengkayu I saat kejadian.

"Jadi speedboat itu terbalik tidak jauh dari dermaga tengkayu dan tugas KSOP melakukan pengawasan setiap kegiatan yang ada di pelabuhan. Secara umum, Surat Persetujuan Berlayar (SBP) diterbitkan KSOP setiap speed reguler akan berlayar,” jelas Syahruddin usai persidangan. 

Lanjutnya, Termasuk manifest penumpang, kata Syahruddi, juga wajib disampaikan motoris kapal yang didudukkan sebagai terdakwa, Aris Rusdianto alias Bongket ke KSOP sebelum kapal berangkat. “Semua penumpang itu sudab masuk manifest dan tercatat di tiket,"lanjutnya.

Terkait dengan adanya kelebihan barang muatan kapal, Syahruddin menjelaskan, Bahwa, Nahkoda lah yang lebih mengetahui overload tersebut, pada saat melakukan pemeriksaan dengan penumpang, Dan ternyata ada beberapa penumpang yang tidak tercatat di manifest hingga penyebab terbaliknya speed yang saat itu membawa 66 orang penumpang.

Hanya saja, dipersidangan disampaikan jika ada syarat yang tidak dipenuhi sebelum speed berlayar, KSOP hanya berhak menunda dan menahan SPB. Soal kapasitas penumpang, untuk SB Rezeki Baru Kharisma ini memiliki kapasitas 55 orang penumpang sesuai aturan dari Dinas Perhubungan. 

Dan saat berangkat, SB Rezeki Baru Kharisma ini melaporkan mengangkut 48 penumpang dewasa dan 4 orang anak-anak sesuai manifestnya.
“Anak-anak biasanya tidak dapat tempat duduk, tapi masuk manifest. Rata-rata penumpang tidak mau membayar makanya di gratiskan, tapi tetap dihitung dan masuk manifest, kita khawatir terjadi sesuatu dan kita kan tidak tahu yang terjadi saat pelayaran, jika penumpang tidak terdata,” pungkasnya.

Namun, diakui Syahruddin, implementasi motoris kapal ini apakah melaporkan jumlah penumpang sesuai manifest atau tidak. Yang pasti, kata dia motoris maupun agennya Bettend Raya Sejahtera (BRS) memiliki kewajiban yang sebenar-benarnya untuk melaporkan manifest sebelum memberangkatkan kapal, sesuai prosedur dalam Undang undang Pelayaran.

“Jadi nahkoda itu,  sebelum melepaskan tali, nahkoda lah yang memastikan kapal itu untuk layak berlayar atau berangkat," tegasnya. 

Sementara, dari keterangan Rojali hanya seputar masa kerja terdakwa yang sudah cukup lama, sejak tahun 1987 dan tidak pernah ada pelanggaran. 

Diberitakan sebelumnya, SB Rezeki Baru Kharisma terbalik tidak jauh dari dermaga Pelabuhan Tengkayu I, 25 Juli lalu. Dari 66 penumpang tujuan Tanjung Selor ini, 10 orang meninggal dunia, satu orang diantaranya bayi berumur 8 bulan. Polisi menetapkan motoris speedboat, Aris Rusdianto alias Bongket sebagai tersangka dan saat ini mendekam di Rutan Polres Tarakan. (AD/AS) 
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM