H Amir - Produksi Udang Bisa Dimaksimalkan Sampai 500 Kg Per Hektare.

Friday, January 26, 2018 | 18:43

Bagikan:
Photo Roy : Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Kalimantan Utara. (26/01).


KORANDIGITALNET.COM - TANJUNG SELOR - Luas tambak di Kalimantan Utara merupakan yang terluas di Indonesia yaitu 149.958 hektare.

Tambak itu umumnya tersebar di tiga daerah yaitu Bulungan, Tana Tidung, dan Nunukan.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Utara mencatat, luas tambak di Kabupaten Bulungan mencapai 27.113,84 hektare.

Dari jumlah itu terdapat sebanyak 8.426,97 hektare di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL), dan seluas 18.686,87 hektare di kawasan Hutan Produksi (HP).

Kemudian di Tana Tidung luas tambaknya mencapai 6.483,53 hektare yang terdiri dari 4.353,79 hektare di kawasan APL dan 2.129,73 haktare di kawasan HP.

"Di Nunukan ada 169,24 hektare, itu semuanya ada di kawasan hutan produksi juga. Ini pekerjaan kita untuk melegalisasi areal tambak. Artinya perlu disertifikatkan," kata H Amir Bakri, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Utara, Jumat (26/1/2018).

Walau memiliki tambak yang luas, Kalimantan Utara belum mampu mencatatkan produksi hasil tambak yang sangat melimpah, utamanya udang.

Sekitar 112 ribu hektare tambak yang diisi udang, rata-rata hanya bisa memproduksi 50 kilogram sampai 60 kilogram per hektare udang.

Padahal kata H Amir, produksi udang bisa dimaksimalkan sampai 500 kilogram per hektare. Letak salahnya ada pada luas setiap petak tambak. Lalu cara budidaya yang masih sederhana," katanya.

Lebih lanjut H Amir mengatakan, secara ideal luas setiap petak tambak hanya 2 sampai 3 hektare, Sedang petambak di Kalimantan Utara masih banyak yang membuat satu petaknya seluas puluhan hektare, Itu mempengaruhi kuantitas4 hasil panen," kata Kadis DKP Provinsi Kaltara ini.

Petambak juga belum menerapkan kolam penampungan air untuk mengatur kadar keasinan air di tambak utama, Kadar keasinan atau kadar garam yang tidak sesuai antara kadar di pembibitan dengan kadar di tambak bisa mempengaruhi pertumbuhan benur atau bibit udang.

"Kalau kadar garamnya di pembibitan dengan di tambak itu beda, maka benur pasti banyak yang mati. Makanya perlu ada kolam penampungan air. Itu untuk menjaga kadar garam di tambak," Jelas H Amir.

Selain itu, penggunaan pestisida untuk mengusir5 hama di tambak juga berpengaruh terhadap daya dukung lahan.

"Kami akan berupaya sosialisasikan beberapa hal tersebut, supaya bisa dicarikan solusi dan dibenahi agar produksi kita bisa lebih meningkat," katanya. ( Roy )
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM