Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawan Diburu Polisi

Monday, January 15, 2018 | 01:47

Bagikan:
Ilustrasi


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN – Seorang pegawai perusahaan alat berat yang berinisialkan AM harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Pasalnya, AM yang menjabat sebagai Branch Koordinator perusaan alat berat di Kota Tarakan ini, telah melakukan penggelapan uang perusahaan tempat dirinya bekerja.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardyanto mengatakan, kerugian perusahaan yang dilakukan tersangka mencapai ratusan juta rupiah.,"Jadi penggelapan yang dilakukan AM terungkap saat audit Internal, didapati ada penyimpangan yang dilakukannya terhadap salah satu customernya, berinisial HR," jelasnya. 

Selain itu, Unit Reskrim Polres Tarakan menerima Laporan dengan LP/11/1/2018/Kaltim/Res Tarakan. "Saat ini kita sedang lakukan penyelidikan,” tuturnya. 

PT DC, diungkapkan Ipda Deny, Memang perusahaan yang bergerak dibidang pengadaan alat berat. Namun, perusahaan ini juga melayani pembelian dengan cara kredit atau dicicil, semetara HR diketahui masih memiliki hutang di PT DC yang berkantor di Jalan Mulawarman tersebut.

"Sehingga, satu unit alat berat excavator yang seharusnya tidak boleh dipindahtangankan, ternyata sudah ada ditangan HR,” beber Deny.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata HR sudah membayar dan sudah lunas dengan cara diangsur sebanyak 4 kali melalui AM dan rekannya berinisial HS sebesar Rp 1.254.000.000. Namun, hasil audit malah mendapati uang yang sudah disetor hanya Rp 990 juta saja kepada PT DC.

“Jadi AM ini mengelapkan uang cicilan HR sekitar Rp 264 juta," tuturnya. 

selain uang setoran HR, AM juga sudah mengambil uang perusahaan dari AR yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan PT DC dalam urusan pengadaan alat berat. “Katanya, utang CV SMP ini dialihkan kepada AM. Sedangkan saat ini uang dari PT SMP pun juga macet dan sudah sudah disita oleh pihak leasing MNC Finance. Nilainya juga besar, mencapai Rp 368 juta,” ungkapnya.

Total kerugan PT DC, akibat perbuatan AM ini menjadi Rp 632 juta dari dua costumer. “Jadi AM ini sudah sering melakukan aksinya dengan mengelapkan uang perusahaannya itu. Namun,  ketahuannya baru sekarang dan hingga saat ini kita masih lakukan penyelidikan terhadap AM," tutupnya. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM