Dicabuli Pacar, Siswi SMP Ditarakan Dilarikan Ke RSUD

Tuesday, January 23, 2018 | 20:46

Bagikan:
Ilustrasi


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN - Akibat salah pergaulan seorang siswi yang masih duduk di kelas VIII Sekolah Menegah Pertama (SMP) yang berinisialkan SA (14) harus mendapatkan perawatan intensif usai melayani nafsu bejat pacarnya yang berinisialkan RZ (14) Sabtu (20/1) sekira pukul 12.00 wita.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Perwira Urusan Subbag Humas, Ipda Taharman menjelaskan, Awal kejadian tersebut, Dimana SA, RZ dan bersama dua rekan lainnya mendatangi rumah teman sekelasnya untuk bermain game dan memasuki kamar temannya. Namun, entah apa yang dipikirkan oleh pacar SA, Yang langsung menyuruh keluar 2 rekannya tersebut. 

"Jadi kejadiannya itu di rumah temannya di Juata Permai, saat itu RZ langsung menyuruh dua rekannya yang berinisialkan MA dan HD untuk keluar kamar meninggalkan RZ dan SA didalam kamar," jelasnya, selasa (23/1).

Usai kedua rekannya keluar, RZ langsung melakukan aksi yang tidak senonoh tersebut terhadap pacarnya SA. Namun, Korban sempat melakukan penolakan. "Awalnya itu SA tidak mau, dan akhirnya RZ langsung membuka pakaian SA dan RZ langsung melakukan hubungan intim layaknya suami istri terhadap SA," tuturnya. 

Saat RZ dan SA melakukan hubungan badan, SA sempat mengalami pendarahan dan langsung RZ langsung menyudahi hubungannya tersebut. "Jadi berdarah terus keluar dari kemaluan korban, nah saat pulang satu malam setelah kejadian itu SA terus mengalami pendarahan hingga orang tuanya itu mengetahui dan membawa SA ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan pada minggu (21/1) malam," bebernya. 

Kemudian itu juga, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. “Orang tua korban sudah lapor. Saat ini pelaku sudah kami amankan di Polsek Tarakan Barat. Untuk saksi sudah kami mintai keterangan. Kalau korban saat ini masih di rumah sakit," ungkapnya. 

Akibat ulah tersangka yang berinisialkan RZ, dia dikenakan pasal 81 ayat 2 jo pasal 76 D UU RI nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 Tahun. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM