Alamaaa !! BNNP Kaltara Masih Minim SDM

Sunday, January 28, 2018 | 10:15

Bagikan:
Kepala BNNP Kaltara, Brigjend Pol Drs Erry Nursatari 


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN- Sejak berdirinya Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara di Kota Tarakan untuk memberantas Narkoba yang ada di daerah perbatasan yakni, Kaltara merupakan urutan 5 besar secara nasional yang memiliki kasus narkotika yang besar. 

Kepala BNNP Kaltara, Brigjend Pol Drs Erry Nursatari mengatakan, meski BNNP Kaltara tergolong baru diprovinisi termuda ini, namun ditahun 2018 ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya untuk memberantas narkotika. 
“Jadi kami terus berusaha memberantas Narkoba itu di Kaltara, baik daerah perbatasan Nunukan hingga wilayah Kaltara lainnya," jelasnya. 

Lanjutnya, peredaran Narkoba di Kaltara merupakan hal yang terbesar. Pasalnya, Kaltara merupakan pintu masuk Narkoba tersebut ke Indonesia. Untuk itu, dengan keterbatasan BNNP saat ini, pihaknya akan mengajak instansi terkait untuk sama-sama memberantas narkoba.

"Seperti Nunukan, Daerah ini merupakan pintu masuknya barang haram ke Kaltara, Karena Nunukan berdekatan sekali dengan negara sebelah. Selain itu kita juga sudah bekerjasama dengan Polres disana dan TNI disana untuk meberikan informasi terhadap kita," lanjutnya. 

Dibeberkannya, untuk menangani kasus narkotika di Kaltara ini memang tergolong cukup sulit, dengan keadaan perairan Kaltara yang luas sehingga memungkinkan banyak pintu-pintu tikus. Tidak hanya sampai itu, bahkan Sumber Daya Manusai (SDM) di BNNP Kaltara juga masih tergolong cukup minim untuk melakukan pemberantas narkotika. 

“Sarana kita belum ada, seperti kalau mau berangkat kita tidak punya speed dan harus menyewa lagi. Untuk anggota kita saja yang bisa melakukan pemberantasan sampai saat ini masih dua orang, makanya saya sudah minta kepada Kapolda untuk menambah anggota kita dalam melakukan pemberantasan Narkoba ini,” ucap Erry. 

Selain itu, untuk kerawanan narkotika di Kaltara ini sebenarnya pihaknya sudah melakukan pemetaan jalur mana saja dan para bandar-bandar yang ada. “Jadi kita sudah petakan, siapa aja yang main di utara dan di sebatik. Tinggal Menunggu waktu yang tepat untuk menangkap mereka saja," bebebrnya. 

Lantaran rata-rata sabu yang didistribusikan dari Malaysia, dirinya sendiri berniat ingin langsung ke Tawau untuk menyaksikan keadaan geografis Tawau. Bahkan, pihaknya sudah mendapatkan beberapa informan dari negara tetangga yang siap memberikan informasi kepada pihaknya. 

“Mereka siap memfasilitasi supaya kita siap dan mereka sudah kasih tahu jalur-jalur mana saja yang sering dilewati. Tinggal tunggu waktu kapan saya bisa kesana,” tutupnya. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM