Pemprov Kaltara Membentuk Tim Khusus Fasilator

Saturday, November 11, 2017 | 14:53

Bagikan:
Dok. Saat Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dan Direktur Utama PT.Inalum Budi Gunadi Sadikin menandatangi MOU antara Pemprov Kaltara dan PT. Inalum di Kantor perwakilan PT. Inalum Jakarta. 


KORANDIGITALNET.COM - Jakarta - Bertempat di ruang pertemuan Kantor Perwakilan PT Inalum (Persero) di Jakarta, dilakukan penandatanganan Addendum Nota Kesepahaman atau perubahan MoU antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan PT Inalum (Persero) yang diwakili Direktur Utama PT Inalum, Budi Gunadi Sadikin. Sabtu (11/11/2017). 

Dalam pertemuan Gubernur Kalimantan Utara Dr Ir H Irianto Lambrie dengan Budi Gunardi Sadikin itu, turut hadir Ridwan Djamaluddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman, dan jajaran direksi PT Inalum, Termasuk General Manager Project Manager (Team of Kaltara Project) Dante Sinaga.

"Ini merupakan langkah maju dari upaya percepatan realisasi industri smelter alumina oleh PT Inalum di Kaltara," Kata Irianto. 

Pun demikian, ada beberapa hal yang patut menjadi catatan dan perhatian seluruh pihak terkait, Di antaranya, Pemprov Kaltara akan selalu mengawal rencana investasi ini hingga terealisasi. 

Pemprov Kaltara juga telah membentuk Tim Khusus yang akan intensif mengawal, membantu dan memfasilitasi pihak investor agar Investasinya segera terealisasi. 

Menurut Irianto, Pemprov Kaltara juga akan segera membentuk Badan Pengelola Kawasan yang akan bertugas mengelola penggunaan lahan yang akan digunakan untuk kebutuhan investasi," Urai  Gubernur Kaltara ini. 

Inalum sendiri akan membangun industri smelter di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, dengan luasan lahan yang akan digunakan sekitar 600 hektare.

Dalam percepatan realisasi investasi PT Inalum ini, sedianya akan dilakukan terintergrasi dengan rencana investasi lainnya. 

Yakni, investasi pembangunan pembangkit tenaga listrik yang konservatif, PLTA Kayan.
Di Kalimantan Utara, PT Inalum menargetkan produksi alumina sebesar 500 kilo ton pada 2024 mendatang dan akan ditingkatkan hingga 1.000 kilo ton.

"Untuk mencapai target itu, Inalum sangat mengandalkan pasokan tenaga listrik dari PLTA Kayan yang ditaksir bisa mencapai 9 ribu MW dari 5 bendungan yang akan dibangun," Jelas Irianto.( Babe / Ansor ).
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM