Pemprov Berencana Membeli Pesawat Nurtanio

Sunday, November 12, 2017 | 17:51

Bagikan:
Dok. Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie Menyambut Mendagri Tjahjo Kumolo Dibandara Juwata saat mengunjungi Kaltara beberap bulan lalu. 


KORANDIGITALNET. COM - KALTARA - Terkait dengan gagasan Gubernur Kalimantan Utara Dr Ir H Irianto Lambrie , untuk membeli pesawat N-219 ‘Nurtanio’, tentunya tidak ingin diputuskan sendiri.

Sebagai mitra pemerintahan, Pemprov akan mendiskusikan dengan baik, rencana ini dengan DPRD. Dan juga akan mengkonsultasikan gagasan tersebut dengan Mendagri, Tjahjo Kumolo.

"Dari diskusi  saya dengan Dirut (Direktur Utama) PT DI, Elfien Goentoro, sebelum memastikan pemesanan, kita akan pelajari dulu, termasuk nanti juga ditinjau pabriknya, bersama DPRD Kaltara," Tutur Irianto. 

Jika mitra pemerintah memberikan respons positif atas gagasan tersebut, ini akan  diestimasikan pada 2018 sudah dicantumkan dana pembelian N-219 pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara, Setelah kita diskusikan dengan DPRD, lalu diajak ke pabrik pesawatnya PT DI, secepatnya akan kita anggarkan di 2018. 

"Irianto juga mengatakan bahwa, Paling tidak, pembayarannya tak sekaligus, bisa dicicil. Pada 2018 separuh (Rp 40 miliar), tahun depannya (2019) separuh lagi. Minimal dapat 1 unit pesawat itu, target kita,"Urainya. 

Perlu dijelaskan juga, kenapa Pemprov mempunyai gagasan untuk membeli pesawat, gagasan tersebut tidak lain adalah untuk memberikan layanan transportasi murah dan layak bagi masyarakat perbatasan. 

Di samping itu, penggunaan pesawat berstatus aset pemerintah ini, juga akan mengurangi beban anggaran daerah yang selama ini digunakan sebagai Subsidi Ongkos Angkut (SOA) orang dan barang. 

Juga menjaga kontinuitas arus transportasi orang dan barang di wilayah perbatasan dan pedalaman. 

"Yang pasti, jika Kaltara benar-benar membeli pesawat N-219 ini, banyak keunggulan yang diperoleh. Baik dari sisi finansial, teknis maupun operasional, Dengan harga sekitar Rp 80 miliar, pesawat buatan PT DI – Lapan ini, terbilang murah dari pesawat sekelasnya. Keunggulan lainnya, pesawat ini memiliki efektivitas lama terbang sekitar 2 jam," Jelas Irianto. 

Biaya operasional penerbangannya, juga tergolong murah. Yaitu Rp 7 juta per jam, diluar biaya pilot dan kru, Bila mana disatukan, biaya operasional pesawat, gaji pilot dan kru, biaya operasional total sekitar Rp 30 juta per jam, Dibanding dengan biaya carter pesawat ke wilayah perbatasan Kaltara yang, mencapai Rp 60 juta per jam. Tentu lebih efisien.

"Dan yang lebih penting lagi, tanpa mengabaikan sisi bisnisnya, pembelian N-219 semata-mata untuk kepentingan percepatan pembangunan transportasi dan pengentasan masalah sosial masyarakat di perbatasan dan pedalaman Kaltara,"Kata Gubernur Kaltara ini. (Babe/Ansor).
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM