Pembangunan PLTA Prioritas Utama Pemprov Kaltara

Wednesday, November 22, 2017 | 09:48

Bagikan:


KORANDIGITALNET.COM - Beijing - Di hari kedua pertemuan bilateral Kerjasama Indonesia - China dan Seminar Pembiayaan Pembangunan atau Seminar on Development Finance & China-Indonesia Cooperation yang difasilitasi oleh China Development Bank (CDB) di Beijing, Gubernur Kalimantan Utara Dr Ir H Irianto Lambrie berkesempatan menyampaikan presentasi. 

Irianto memaparkan program prioritas yang sedang dan akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Dua hal penting di antaranya yang dipaparkan adalah mengenai pembangunan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dan progres pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning - Mangkupadi, Untuk pembangunan PLTA di Sungai Kayan, bisa dipastikan Insya Allah bakal dimulai tahun depan (2018). 

Kepastian itu, setelah pihak investor, dalam hal ini PT Kayan Hidro Energi (KHE) akan mendapat dukungan dana. Salah satunya dari CDB.

"Tahun depan direncanakan akan mobilisasi alat dan persiapan pembangunan konstruksi bendungan, Kenapa PLTA penting, dan harus disegerakan pembangunnya, ini juga karena desakan para investor yang akan berinvestasi di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi, Energi listrik, menjadi kunci utama berjalannya investasi," Kata Irianto 

Selain pembangunan PLTA, proyek-proyek strategis lainnya yang  dipaparkan oleh Irianto dalam pertemuan tadi, juga akan dibiayai oleh CDB, Utamanya yang berkaitan dengan pembangunan sarana infrastruktur di Kaltara.

"Dalam kesempatan tadi, saya juga memaparkan progres KIPI Tanah Kuning - Mangkupadi, Perkembangan terakhir adalah tentang pembentukan badan pengelola. Di mana sekarang prosesnya sudah di Kementerian Perindustrian," Urai Gubernur Kaltara ini. 

Untuk Badan Pengelolaan, Polanya bisa swasta murni, bisa pemda murni, bisa gabungan pemda/swasta. Atau bisa gabungan pemda/swasta/pemegang HGU.

Lebih lanjut Irianto memaparkan bahwa, Disamping membentuk badan pengelola, terkait KIPI, Pemprov Kaltara juga telah melakukan facibility studi (FS) untuk kawasan dan FS pelabuhan yang ditargetkan  tahun ini selesai, Kemudian lanjut tahun depan, membuat Detail Engineering Desaign (DED) kawasan dan pelabuhannya, serta Amdal," Jelas Gubernur Provinsi termuda di Indonesia ini. (Babe/Ansor).
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM