Irianto Menjadi Narasumber Forum Konferensi Perubahan Iklim Sedunia Di Bonn Jerman

Tuesday, November 14, 2017 | 11:38

Bagikan:
Dok. Photo Bersama Gubernur Kaltara Dr Ir H Irianto Lambrie Didampingi Hj.Rita Ratina Irianto,  Mantan Menko Kemaritiman Prof Dr Indroyono Soesilo, dan Gubernur Sumatra Selatan H.Alex Nurdin didampingi Istri. 


KORANDIGITALNET.COM - Jerman - Sebuah kehormatan bagi Gubernur Kalimantan Utara Dr Ir H Irianto Lambrie  dan Kalimantan Utara pada umumnya, bersama Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin dan Prof Dr Indroyono Soesilo, manta Menko Kemaritiman RI, serta beberapa bupati dari Indonesia.

Gubernur Kaltara ini diberikan kesempatan memberikan paparan sebagai salah satu narasumber pada acara forum Konferensi Perubahan Iklim se Dunia, di Kota Bonn Jerman, pukul 13.00 sampai dengan 14.00, Senin, 13 Nopember 2017 waktu setempat.

Konferensi yang diselenggarakan sejak tanggal 9 hingga 17 November nanti ini, diikuti puluhan ribu peserta berasal dari ratusan negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

"Inti dari apa yang menjadi pembahasan adalah mengenai hal-hal yang terkait dengan upaya mengantisipasi dampak negative, terjadinya perubahan iklim sebagai akibat kerusakan lingkungan dan sumber daya alam di dunia," Jelas Irianto. 

Dalam pertemuan tersebut , sekaligus juga merumuskan kebijakan dan program kerjasama antar negara untuk melestarikan keseimbangan alam dan lingkungan, agar perubahan iklim dunia beserta dampak negatifnya dapat dikurangi dan dicegah.

"Pada kesempatan tersebut, saya memaparkan bagaimana peran dan fungsi kekayaan alam, lingkungan dan budaya masyarakat lokal Kaltara dalam memberikan kontribusi bagi upaya mencegah dampak negatif perubahan iklim global terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat dunia," Urai Irianto. 

Secara khusus Gubernur Kaltara juga menyampaikan tentang perkembangan Taman Nasional Kawasan Hutan Konservasi Kayan Mentarang, budaya dan hukum adat masyarakat lokal, yang merupakan bagian dari Heart of Borneo (HoB) dan menjadi salah satu "kawasan konservasi warisan dunia".

Dengan segala keanekaragaman hayati (flora dan fauna) yang terkandungnya, kawasan hutan yang kita miliki ini, perlu perhatian dan menjadi kewajiban masyarakat global untuk turut menjaga, memelihara dan melestarikannya.

Di sela-sela kegiatan tersebut, selain memberikan paparan, juga melakukan sesi wawancara dengan TV Jerman DW, bersama Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Fauzi Bowo.

"Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan potensi pariwisata alam di Kalimantan Utara, dengan harapan bisa menarik perhatian dan minat masyarakat Jerman untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya Kalimantan Utara,"Tutur Gubernur Provinsi terbungsu di Nusantara ini. (Babe/Ansor).
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM