Rembuk Nasional 2017, Irianto Hadir Mewakili Gubernur Sekalimantan

Tuesday, October 24, 2017 | 11:24

Bagikan:



KORANDIGITALNET.COM - Jakarta - Bertempat di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Gubernur Kalimantan Utara Dr Ir H Irianto Lambrie MM bersama beberapa gubernur lainnya, menghadiri Rembuk Nasional 2017 - 3 Tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.Senin malam ( 23/10/2017). 

Tidak semua gubernur Indonesia diundang dalam acara yang bertemakan "Membangun Untuk Kesejahteraan Rakyat" ini, 
Dari Kalimantan diwakili Gubernur Kaltara Irianto Lambrie,  Sumatera diwakili Gubernur Kep. Riau, Jawa diwakili oleh Gubernur Jabar.

Selain beberapa gubernur, juga ada beberapa Rektor Perguruan Tinggi. Para  Menteri Kabinet Kerja (Menko Polhukam, Seskab, Menteri PUPR, Mendagri, Menhub, Kastaf Kepresidenan, Menteri LHK, dll). 

Hadir juga dalam acara rembuk Nasional ini,  hadir Kapolri Tito Karnavian, Ka BPK RI, para pengusaha, para pakar, dosen, pimpinan BUMN dan pejabat eselon 1 di berbagai kementerian dan lembaga negara.

Acara yang dihadiri langsung oleh Bapak Presiden Joko Widodo ini,  diselenggarakan oleh Wantimpres,  Sehingga tampak hadir semua Pimpinan dan Anggota Wantimpres.

"Saya juga sempat berbicang dengan Menkominfo Bapak Rudiantara dan Mendagri Bapak Tjahjo Kumolo terkait upaya percepatan pembangunan di Kaltara," Tutur Irianto. 

Sebelumnya, Gubernur Kaltara ini juga berbincang dengan Rektor Universitas Mulawarman Samarinda, Bapak Prof. Dr Masjaya MSi. Juga bersama Gubernur Kepulauan Riau, Bapak Dr H Nurdin Basirun.

Dalam sambutan Presiden Joko Widodo; antara lain menyampaikan bahwa,  rekomendasi hasil rembuk nasional 2017 dapat dijadikan "Nawacita Jilid II". 

Presiden mengatakan, kita tentu telah bersepakat, bahwa kita ingin menjadikan Indonesia dari negara berkembang menjadi negara yang maju; untuk itu kita harus mau cepat berubah dan bergerak cepat," Kata orang nomor satu di Indonesia ini. 

Disampaikan juga oleh  Jokowi, ke depan Perguruan Tinggi harus mampu bergerak dengan cepat mempelopori perubahan tersebut. 

Dalam 10 hingga 15 tahun yang akan datang akan terjadi perubahan dalam beberapa hal, seperti perubahan pola konsumsi, perubahan lanskap ekonomi, pola komunikasi sosial, serta lanskap politik.

"Sebagai Generasi Y, kita harus mampu mengantisipasi perubahan yang cepat tersebut," Urainya

Siapa yang mampu memanfaatkan peluang perubahan tersebut, maka ia yang menang dalam persaingan dan sekaligus akan meningkatkan daya saingnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga telah menerima rumusan hasil Rembuk Nasional 2017 ini.

Disamping soal perkembangan ekonomi dan pembangunan, Presiden juga mengingatkan jika tahun depan (2018) merupakan tahun politik. Baik Pilkada serentak, atau persiapan menjelang Pileg dan Pilpres 2019.

Beberapa arahan dari Presiden Moko Widodo, sangat relevan. Apalagi dengan kondisi Kalimantan Utara yang masih baru. Diperlukan kerja cepat dan tepat, untik mengejar ketertinggalan dengan daerah lain.(Babe/Ansor)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM