Paling lambat Awal 2018 Kontruksi PLTA Sungai Kayan Dimulai

Tuesday, October 17, 2017 | 18:15

Bagikan:


KORANDIGITALNET. COM - JAKARTA - Bertempat di Ruang Pertemuan Permata Lantai V, Hotel JW Marriot Jakarta. Gubernur Kalimantan Utara Dr Ir H Irianto Lambrie, Siang tadi Pukul 14.00 wit, memimpin rapat dengan pembahasan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA ) Sungai Kayan. Selasa (17/10/2017). 

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh jajaran direksi PT Kayan Hidro Energi, selaku pihak yang akan membangun PLTA, Bupati Bulungan Bapak Sudjati, perwakilan dari Pemkab Malinau dan jajaran OPD terkait di lingkup Pemprov Kaltara.

"Menurut Irianto, Besok akan dilanjutkan dengan undangan pertemuan dari Kemenko Kemaritiman yang khusus membahas soal percepatan investasi di Kaltara, Hal utama yang kita bahas dalam rapat tadi adalah, menindaklanjuti arahan Bapak Presiden saat berkunjung ke Kaltara. Di mana salah satunya mengenai percepatan soal PLTA, " Kata Gubernur Kaltara ini. 

Presiden Republik Indonesia  Joko Widodo mengingikan, agar pembangunan PLTA Sungai Kayak ini segera dimulai dan tidak menunda-nundanya, Orang nomor satu di Indonesia ini berharap, paling lambat awal 2018 pembangunan konstruksinya sudah dimulai.

"Persoalan utama yang harus diselesaikan dulu, adalah mengenai persiapan lahan. Ini diperlukan sinergi antara Pemprov Kaltara dan Pemkab Bulungan, Nanti dalam waktu dekat akan kita adakan rapat khusus bersama bupati dan jajaran terkait di Tanjung Selor, " Tutur Irianto. 

Langkah kedua yang akan dilakukan Pemprov Kaltara yaitu, Membahas soal perubahan izin untuk pembangunan bendungan Kayan V. Perubahan dilakukan, karena berdasar hasil survei terakhir, genangan air dari bendungan ini meliputi dua wilayah kabupaten. Yaitu Bulungan dan Malinau.

Irianto juga mengatakan bahwa, Kepengurusan Izin termasuk Amdal sudah tidak masalah, Tinggal menunggu ada izin lokasi yang sesuai dengan perubahan yaitu Pembangunan bendungan kayan V. 

"Saya minta kepada Bupati Bulungan dan Bupati Malinau, untuk segera mengeluarkan rekomendasi izin lokasi,  Harapan saya adalah,  Dalam waktu seminggu ke depan sudah selesai, kemudian izin lokasi bisa saya tandatangani, " Himbau Irianto. 

Dari pemaparan dari pihak PT Kayan Hidro Energi, bendungan Kayan V merupakan yang terbesar. Dengan kapasitas 3.300 Megawatt (MW), nilai investasinya USD 6 miliar. Di samping untuk PLTA, bendungan tersebut juga berfungsi sebagai  penanggulangan banjir. ( Babe / Ansor )
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM