Dinas Kelautan Perikanan Kaltara Menangkap Pengebom Ikan Asal Berau Di Perairan Mangkupadi

Thursday, August 10, 2017 | 14:14

Bagikan:




KORANDIGITALNET.COM – KALTARA – Dinas Kelautan Perikanan ( DKP ) Provinsi Kalimantan Utara berhasil menangkap aksi pencurian ikan di wilayah perairan Kalimantan Utara. Kamis (  9/8/17 ).

Operasi yang melibatkan Dinas Kelautan Perikanan ( DKP ) Provinsi Kalimantan Utara bersama TNI AL,Polres Bulungan ini berhasil mengamankan 1 unit  kapal dan 3 awak kapal yang dicurigai melakukan penangkapan ikan dengan cara memakai bahan peledak atau bom ikan.

“Menurut H.Amir, penangkapan ini bermula dari adanya laporan dari masyarakat nelayan Kampung Baru Mangkopadi kepada saya melalui telpon seluler dan laporan lansung kepada DKP di Tanjung Selor bahwa, adanya kapal dari luar yang melakukan pengeboman ikan diwilayah perairan Kaltara dan kami lansung bergerak melakukan penangkapan, DKP sengaja melibatkan aparat TNI dan Kepolisian karena ditakutkan pelaku pencurian ikan tersebut membawa senjata api/sajam” tegas H.Amir.

Pencurian ikan diwilayah perairan Kaltara ini sering terjadi, termasuk di wilayah Kampung Baru Mangkopadi, penangkapan ikan dengan cara memakai bahan peledak bertentangan dengan kode etik penangkapan, kegiatan ini umumnya bersifat merugikan bagi sumberdaya perairan yang ada, penangkapan ikan dengan cara memakai bahan peledak sangat tidak baik bagi ekosistem perairan dan kehidupan dibawah laut.

“Ini penangkapan kami yang kedua kalinya dan ditempat yang sama, DKP yang bekerjasama dengan TNI AL dan Polres Bulungan dimana berhasil mengamankan Mardi juragan kapal, Nono,Kiu ABK keduanya adalah anak kandung dari Mardi sang juragan kapal, pengakuan sementara juragan kapal  ( Mardi ) mereka adalah nelayan yang berasal dari Kabupaten Berau, barang bukti kapal dan hasil tangkapan telah kami bawa ke Tanjung Selor bersama awak kapal guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui apa benar mereka dari Berau,” urai H.Amir.

Menurut Kepala DKP Provinsi kaltara H.Amir, apa bila ke 3 pelaku terbukti melakukan penangkapan ikan dengan cara memakai bahan peledak maka kami akan menjeratnya dengan pasal 85 Undang- Undang No 45 tahun 2009 tentang perubahan Undang-Undang No 31 tahun 2004 tentang perikanan, dimana diancam dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda maksimal Rp. 2 miliar,”ujarnya.( Conggeng )

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM