Tarakan Defisit Anggaran Pemerintah Provinsi Kaltara Mesti Turun Tangan

Rabu, 05 Juli 2017 | 12:13

Bagikan:
Dok.Rico
Korandigitalnet.Com - Tarakan- Jalan yang merupakan akses untuk kelangsungan hidup masyarakat dan merupakan jalan menuju salah satu SDN 051 Tarakan yang terletak di jalan Bengawan RT 18 Juata Kecamatan Tarakan Utara, banyak di keluhkan pengendara dan masyarakat yang melalui jalan tersebut karena badan jalan mengalami kerusakan yang parah.
Menurut salah satu masyarakat yang selalu melewati jalan longsor, Salman mengatakan bahwa jalan tersebut sudah mengalami kerusakan yang sudah cukup lama dan ia juga baru melihat perbaikan jalan tersebut mulai bulan Juni kemarin."kerusakan ini sudah 3 bulan lalu mas, ini jalan juga sudah dua kali perbaikan tetapi masih aja cepat rusak," ungkap Salman ketika di tanya, Sabtu (1/6).
Permasalahan kondisi jalan di wilayah tersebut memang cukup parah yakni mengalami kelongsoran dan juga berlubang besar, sehingga membuat para pengendara harus hati-hati melewati jalan tersebut. Badan jalan yang hanya cukup untuk dua kendaraan roda empat ini harus bergantian atau menunggu karena kalau dipaksakan berjalan makan akan terjadi gesekan pada kendaraan.
Bukan hanya itu saja salah satu pengendara sepeda motor Ardi mengatakan,  jalan itu merupakan satu satunya jalan yang menuju Sekolah anaknya yakni SDN 051 Tarakan, dengan kondisi jalan seperti itu membuat dirinya prihatin ketika orang tua murid lain nya selalu berhati-hati ketika mengantar anaknya ke sekolah. " anakku sekolah di situ mas, tapi dengan keadaan jalan seperti itu membuat saya merasa tidak nyaman karena bahaya," keluh Ardi.
Kemudian bukan hanya permasalahan jalan tetapi penerangan di malam hari sekitar daerah bengawan ini belum ada dan aliran listrik di rumah warga belum juga dialirkan. terkait permasalahan ini, masyarakat setempat sudah mengadukan masalah ini kepada pemerintah kota untuk di berikan pemasangan listrik.
Seperti yang diungkapkan ibu rumah tangga warga Bengawan tersebut mengatakan, dirinya sempat mendapat info dari ketua RT 18 untuk mengumpulkan data keluarga setiap rumah untuk pemasangan listrik, tetapi sampai sekarang belumada tanda-tanda dari pihak PLN. “iya mas, kami sempat disuruh kumpul Kartu Keluarga bersama dengan KTP dan malahan disuruh membayar uang pemasangan Rp 1.240.000. dan sampai sekarang sekitar 3 tahunan belum ada penerangan yang masuk ditempat kami,”Jelasnya

Lebih lanjut Hasnah, dirinya juga mengharapkan dari pihak terkait untuk segera merealisasikan penerangan didaerah itu. “iya kami warga disini berharap supaya diberikan penerangan didaerah kami ini, agar anak kami juga lebih mudah apabila ada tugas dari sekolah untuk ngeprint tugaskan gak perlu keluar lagi jauh-jauh dan bisa ngeprint di dirumah aja,” Tutupnya."( Rico )
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM