Pemda & KSOP akan Melakukan Evaluasi Ukuran Kapal /Spedboat Reguler Pasca Tragedi Sb.Rejeki Baru Kharisma

Kamis, 27 Juli 2017 | 13:38

Bagikan:


 Rapat Gabungan KSOP Tarakan, Dishub Kaltara, Dishub Tarakan Dan Dinas Terkait Di Kantor KSOP Tarakan



KORANDIGITALNET.COM – Tarakan – Dua hari pasca musibah terbaliknya SB.Rejeki Baru Kharisma yang menelan korban jiwa sebanyak 10 Orang penumpang menambah coretan hitam bagi dunia transportasi di Tarakan ini. Kamis ( 27/7 ).

Standar Keselamatan Kapal Bermesin Tempel (Standard of Safety For Out Board Engine Vessel), untuk antisipasi terulangnya kembali kecelakaan tidak berjalan sesuai yang telah ditetapkan oleh Kementerian terkait dalam hal Transportasi..

Menurut Kepala KSOP Tarakan Letkol Marinir Abd.Rahman hal ini yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai regulator dalam pengawasan kelaikan kapal termasuk kapal speed boat bermesin tempel dalam upaya peningkatkan keselamatan pelayaran, konektivitas antar pulau serta memberikan perlindungan lingkungan maritim.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 58 tahun 2007 perubahan atas keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 73 tahun  2004 tentang penyelenggara angkutan sungai dan danau bahwa setiap kapal berukuran tonase kotor sama dengan atau lebih dari GT 7 ( GT 7 ) yang dioperasikan hanya diperairan daratan / sungai dan danau dilakukan pengukuran kapal sampai dengan GT 300, penertiban pas perairan daratan, pencatatan kapal dalam buku register pas perairan daratan pelaksanaan urusan tersebut dilakukan oleh Gubernur ,” kata Rahman.

Permenhub No.KM 65 tahun 2009 jelas mengatur tentang standar kapal non konvensi yang terdiri dari, Kontruksi, Perlengkapan, Peralatan, Permesinan dan Perlistrikan, Garis Muat, Pengukuran Kapal, Pengawakan dan Manajemen oprasional dan perlindungan maritim,” ujar Rahman.

Kedepan kami akan bekerjasama dngan Dinas Perhubungan guna melakukan penertiban terhadap speedboat yang beroprasi di Pelabuhan Tengkayu I agar kecelakaan laut tidak terulang lagi, untuk itu kami juga berharap agar para pemilik kapal bisa bekerjasama dalam hal ini, mulai dari Standar pembuatan kapal, ukuran kapal, kelaikan,ijin oprasional, serta kelengkapan Surat Kecakapan Kapal ( SKK ) para Nahkoda kapal di lengkapi,” tegas Rahman.  

Sementara itu Kabid Laut Dishub Provinsi kaltara Wisno menjelaskan bahwa, Ijin beberapa speedboat di Kaltara dikeluarkan di Kabupaten Bulungan, sama halnya dengan SB.Rejeki Baru Kharisma yang terbalik kemaren, dimana ijinnya dikeluarkan oleh Dishub Kabupaten Bulungan," tegas Wisno.

Wisno juga juga menghimbau kepada pemilik kapal / speedboat untuk melengkapi dokumennya guna mempermudah dalam hal melakukan pelayaran, dalam menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal standarisasi yang telah ditentukan oleh Dishub dapat dipenuhi sehingga laka laut dapat kita kurangi," urai Kabid Laut Dishub Kaltara ini. ( Conggeng )


Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM