Dr.H.Irianto Lambrie - PLTU di Kaltara Tahap Pertama 1000 megawat

Tuesday, July 18, 2017 | 01:00

Bagikan:




KORANDIGITALNET.COM – JAKARTA - Rapat koordinasi pengembangan kawasan industri Kalimantan Utara yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinasi (Menko) Kemaritiman Bapak Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Kemaritiman di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (17/7).

Gubernur Kalimantan Utara Dr.H.Irianto Lambrie memaparkan mengenai Kaltara, utamanya terkait potensi investasi, pembangunan PLTA dan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Tanah Kuning dan Mangkupadi.

Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Menko yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Terima kasih atas respons cepat dalam rangka merealisasikan rencana pembangunan kawasan industri di Kaltara,” kata Irianto.

Selain Menko Kemaritiman, hadir dalam Rakor (Rapat Koordinasi) khusus membahas percepatan kawasan industri di Kaltara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas  T Lembong dan Gubernur BI Agus DW Martowardoyo. Hadir juga perwakilan dari Kementerian Keuangan, Bea dan Cukai dan beberapa lembaga negara terkait lainnya.

Ada berapa point penting dari Rakor tersebut. Antara lain, arahan Menko Kemaritiman yang menginginkan kawasan industri ini dibangun secara terintegrasi, kemudian dibentuknya tim kecil oleh Kemenko Kemaritiman yang akan menangani secara teknis percepatan kawasan industri tersebut. Tim ini akan melibatkan dari beberapa kementerian terkait, termasuk dari daerah, saya sudah tugaskan kepada Kepala OPD terkait, seperti PU, badan perijinan, Bappeda untuk selalu berkoordinasi dengan tim tersebut,” tegas Gubernur Provinsi termuda ini.

Dalam pertemuan itu juga, ada salah satu investor dari China, yakni Tsingshan, perusahaan Iron and Steel yang kini sudah membuka industri stainless steel di Morowali, Sulawesi Tengah yang juga berminat investasi di Kaltara, atas dukungan penuh dari pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait, perusahaan tersebut akan membangun kawasan industri yang terintegrasi. Mulai dari power plant berupa pembangkit listrik, pabrik smelter hingga pelabuhannya. Perusahaan itu akan membangun PLTU yang dalam tahap pertama dibangun 1000 megawatt.” Terang Irianto. ( Babe / Conggeng )





Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM