Akbar - Keputusan Gubernur Tepat PLN Tarakan di Kelola PLN Persero

Saturday, July 8, 2017 | 09:41

Bagikan:



Korandigitalnet.Com -Tarakan - Sempat terjadi pro dan kontra di tengah masyarakat atas dicabutnya status PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PLN Tarakan) Ke Persero Perusahaan Listrik Negara (PLN),khawatir akan mahalnya tarif listrik PT ULK PLN Persero serta kurang optimalnya pelayanan ke masyarakat terjawab sudah, Sabtu (7/7).

Gubernur Kalimantan Utara Dr.H. Irianto Lambire yang baru menjabat 1 tahun lebih memutuskan mengembalikan pengelolaan PLN Tarakan kepada Pemerintah pusat, dampak positif keberania atas keputusan ini adalah tarif listrik yang lebih murah dibandingkan dengan tarif listrik PLN Tarakan, tarif listrik yang didasari  Perwali No 17 Tahun 2014 dan Perda No 1 Tahun 2010 pasal 6 yang tertera dan di tanda tangani oleh Walikota dan SKPD dengan menaikkan tarif sebesar 59%, sempat menjadikan masyarakat dan pengusaha kecil menegah merasa tercekik dan gulung tikar akibat mahalnya tarif Listrik dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini.

Menurut ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pemuda Daerah (LSM GARUDA) Akbar Syarif, banyak masyarakat dan pengusaha di Tarakan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Utara akan tangan diginnya menangani permasalah listrik di tarakan terutama masalah tarif,” jelas Akbar

"Momennya ketika hari raya Idul Fitri banyak pengusaha tokoh masyarakat mengucapkan terima kasih akan tarif listrik yang murah dan pelayanan listrik tidak separah PLN "Swasta", tarif yang dulu didasari penggunaan abudemen dan  sekarang sudah tidak lagi, tarif listrik PLN Swasta jika dibandingkan dengan PLN Persero lebih mahal saat dikelola Perusahaan Listri Nasional (PLN) Tarakan, tarif yang dibayarkan oleh masyarakat justru lebih murah, ada yang mengataka lebih murah 60% dari sebelumnnya, padahal jumlah KWH digunakan sama atau beda tipis , ini menjadi pertanyaan besar ditengah masyarakat,” terang Akbar.

Akbar mengatakan pengusaha yang terjaring dari beberapa aliansi dan individu menjelaskan bahwa pengusaha yang digelutinya seperti pembuatan es batu, pembekuan ikan dan udang merasa tertolong karena tarif PT PLN ULK sesuai tarif nasional dan murah, operasional usaha menjadi normal kembali sehingga memberikan biaya cost yang murah,bisa mencapai 40% untuk pembuatan es batu, belum lagi usaha tempat hiburan karaoke dan perhotelan.

"Memang perlu ada perbaikan sedikit demi sedikit dalam mengatasi pemadaman bergilir, akan tetapi menurut pengusaha tidak separah dengan kebijakan Perwali, kebijakan Perwali di cabut kembali ke UU NO 23 Tahun 2014 sehingga pelayanan listrik berangsur normal dan  lebih baik,’ urai Akbar.

Permasalahan pemadaman kemarin menurut Akbar disebabkan beberapa faktor, dimulai dari pembangkit listrik yang rusak, dan permasalah aliran gas tidak komsiten dari perut bumi, untuk itu beberapa waktu lalu Gubernur Kalimantan Utara berkomunikasi dengan Direktur PT PLN Persero dan Direktur PLN Cabang Kalimantan untuk segera mendatangkan mesin ke Tarakan untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir.

Dr.H.irianto Lambrie menemui Kementerian ESDM dan PLN pusat guna meminta agar Tarakan mendapatkan mesin listrik dari Nunukan sebesar 11 Mega Watt, dan jika tidak ada halangan akan didatangkan mesin baru lagi untuk memenuhi kebutuhan listrik di tarakan pada 2018 mencapai 30 Mega Watt" Jelas Akbar    

Akbar berharap dengan adanya kepercayaan masyarakat kepada PT PLN Persero tidak menjadikan kinerja PLN menjadi buruk dalam pelayanan, akan tetapi menjaga stabilitas listrik dan memberikan aliran listrik ke pelosok wilayah Tarakan, dirinya melihat ada beberapa pelosok daerah tarakan seperti di Juwata Laut daerah Bengawan dan Tanjung Pasir belum sepenuhnya teraliri listrik, padahal dikedua wilayah tersebut dekat dengan pembangkit listrik. Tutup Akbar.  (Bonar Sahat)


Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM