1 Ton Sabu di Tangkap ditepi Pantai Hotel Mandalika

Friday, July 21, 2017 | 14:46

Bagikan:



KORANDIGITALNET.COM - Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menyebut bandar narkoba jenis sabu seberat 1 ton yang diamankan di Anyer adalah bandar kelas dunia yang disegani di jaringan peredaran narkoba internasional.

Keuangannya banyak, pasar di kita tinggi. Itu hal yang menarik untuk bandar. Dalam perhitungan kami orang ini punya modal yang cukup besar, sehingga ketika kami cek ada, ternyata ada beberapa negara yang menjadi tempat mereka bergerak," katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/7/2017).

Dalam membongkar jaringan bandar yang berkelas internasional itu, sangat diperlukan kerja sama dengan pihak berwenang di sejumlah negara yang diduga jadi target pasar bandar ini.
Ini butuh kerja sama antar negara, tidak hanya di Indonesia tapi juga di Taiwan, Malaysia, Singapura, Hongkong dan seterusnya," jelasnya.

Ia menambahkan, para pelaku yang ditangkap Polda Metro pun tak mengetahui secara pasti jaringan ini berada di mana. Hal inilah yang membuat penyidik kesulitan mengungkapnya.
"Kami mendapatkan keterangan dari tersangka awak kapal, mereka mengatakan mereka disuruh oleh seseorang yang masih kami dalami, membawa kapal tersebut, melalui jalur yang ditentukan, menerima barang (sabu) lalu mengantar ke Serang. Apakah ada orang yang siapa yang lainnya akan kami dalami," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Depok, mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 1 ton, di tepi pantai dekat Hotel Mandalika, Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis (13/7/2017)

Pelaku penyelundupan diketahui berjumlah sembilan orang, yakni Lin Ming Hui (bos), Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Lin tewas ditembak polisi lantaran melawan saat ditangkap. Sementara Chen, Liao, dan Hsu ditangkap hidup-hidup.

Tak berselang lama, polisi berhasil menemukan kapal yang digunakan untuk menyelundupkan barang haram itu dari Tiongkok. Dalam operasi itu, polisi juga mengamankan lima orang anak buah kapal (ABK) yang seluruhnya merupakan WN Taiwan.
Mereka adalah Tsai Chih Hung, Sun Chih-Feng, Kuo Chun Yuan, Kuo Chun Hsiung, dan Juang Jin Sheng.

Para tersangka dikenakan pasal pasal 113 ayat (2) subsider pasal 114 ayat (2) lebih subsider pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, penjara paling singkat S (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. ( sumber inipasti.com - conggeng )



Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM