Masyarakat Diimbau Beli LPG di Pangkalan Resmi

Jumat, 30 Juni 2017 | 10:37

Bagikan:
Humas Pemprov Kaltara


Korandigitalnet.Com - Tanjung Selor – Pemerintah mengimbau kepada masyarakat, agar dapat melakukan pembelian Liquified Petroleum Gas (LPG) atau elpiji terutama yang bersubsidi di pangkalan resmi, sehingga mendapatkan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, berdasarkan data Pertamina, di wilayah Kaltara terdapat 12 agen elpiji 3 kilogram. Di mana, dua di antaranya merupakan perbantuan dan saat ini dalam proses menjadi agen resmi wilayah Kaltara. Sementara, jumlah pangkalan elpiji 3 kilogram, tercatat tersebar di 4 daerah, terkecuali di Kabupaten Malinau. Di Kabupaten Bulungan, jumlah pangkalan elpiji 3 kilogram sebanyak 118 unit, Kota Tarakan 187 unit, Nunukan 64 unit, dan Tana Tidung 3 unit. “Per hari, sekitar 26 Metrik Ton (MT) per day elpiji 3 kilogram dikonsumsi di Kaltara, dengan tertinggi di Kota Tarakan, mencapai 10 MT per day,” ujarnya.

Menilik hal itu, Pertamina merilis prediksi bahwa akan terjadi over kuota sebesar 7 persen dari kuota normal elpiji 3 kilogram pada 2017 yakni 7.923 MT per day. “Agar penyalurannya tepat sasaran, dan tak terjadi kekurangan, selama Lebaran tadi sejumlah langkah dilakukan pihak terkait. Di antaranya, mempersiapkan pangkalan siaga lebaran, di mana pangkalan tersebut tetap operasional melayani konsumen di saat lebaran. Lalu, koordinasi antara Pertamina, Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kaltara dan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bulungan untuk memantau kondisi distribusi dan kebutuhan elpiji serta melakukan Operasi Pasar apabila diperlukan,” papar Irianto.

Untuk diketahui, Pemerintah menyiapkan dua jenis LPG atau elpiji untuk rumah tangga. Yakni LPG Khusus yang juga dikenal dengan LPG Subsidi atau LPG Public Service Obligation (PSO), serta LPG 3 kilogram, dan LPG Umum atau LPG Non Subsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Pemerintah melalui Pertamina juga menegaskan, yang menjadi perhatian adalah penyaluran elpiji bagi rumah tangga dan usaha mikro.

“Sudah jelas elpiji 3 kilogram hanya untuk konsumen rumah tangga dan usaha mikro. Lebih dari itu, adalah sebuah pelanggaran,” kata Irianto.

Adapun konsumen rumah tangga yang dimaksud, yakni masyarakat yang berpenghasilan tidak lebih dari Rp 1,5 juta per bulan atau dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat. Sementara, usaha mikro adalah pengusaha dengan kekayaan bersih Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, serta hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300 juta. (humas/Conggeng)

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM